My New Vision, My New Sight…

October 31, 2008 at 6:12 pm (Shared Diary) (, , )

Sebenarnya ini bukan masalah ideologi atau kesadaran dari suatu renungan… Melainkan kegembiraan saya ketika mengetahui bahwa saldo di rekeningku sudah lebih dari cukup untuk nge-purchase seunit digicam .  Saya langsung siap-siap berangkat ke Bandung Electronic Center untuk membeli kamera digital yang sudah lama saya idam-idamkan.  Kebetulan ada seorang rekan yang ingin ditemani ke BEC untuk hunting produk Sony Ericsson.  Entah mengapa saya dipilih sebagai mahkluk yang pantas menemaninya, mungkin karena dia tahu kalau saya ini SONY and Sony Ericsson minded jadi bisa dijadikan konsultan :p… Tapi hal yang membuat keberuntungan bagiku tidak lain karena doi punya motor, jadi saya ga perlu naek angkot 3 kali dari kosanku yang terletak nun jauh disebelah selatan bandung (kabupaten loh, bukan kotanya), Dayeuh Kolot…

Sebelum ke BEC kami mampir di Sony Ericsson Service Center @ jl. karapitan buat ngambil earphone HPM 82 ku yang udah ngendep di sana hampir 3 Minggu.  Bukan kesalahan Service Centernya sih, soalnya waktu clerk-nya nelpon buat konfirmasi pengambilan barang, saya masih berada nun jauh di sulawesi menikmati hangatnya sunset pantai losari bersama keluarga di saat libur lebaran.

Selagi menanti antrian, teman saya kemudian mengintrogasi saya dengan berbagai pertanyaan mengenai produk Sony Ericsson, kebetulan prototype tiap class dari Walkman hingga Cyber-shot dipajang di berbagai meja bundar yang tersebar di tengah ruang tunggu itu, jadi lebih mudah ngejelasinnya.  Kalau dipikir-pikir, saya sepertinya lebih cocok jadi sales dari pada mahasiswa informatika (semoga aja ga ada yang mikirin.. hehehe) .  Kami kemudian bergegas menuju BEC setelah earphoneku sudah berada dalam tas denimku.

BEC ramai seperti biasanya, berbagai perbincangan transaksi dan tawar-menawar terdengar riuh memenuhi ruangan.  kami berdua langsung menuju ke 3rd Floor untuk melakukan searching.  tidak sulit menemukan kamera digital itu, setelah membanding-bandingkan harga dengan counter lain akhirnya transaksi dilakukan dengan cashier pada counter terakhir.  Sebenarnya counter itu menawarkan harga 25 ribu lebih mahal, namun kilau warna biru dari casing stainless steel kamera digital itu cuma kutemukan di situ. (that’s my fave color).  Setelah transaksi, cuci mata (ngeliat gadget lho…), ngemil en Shalat, kami langsung kembali menuju peradaban dayeuh kolot.  Terjebak macet beberapa kali, namun Alhamdullah tiba dengan selamat.

Setelah saling mengucapkan terima kasih, segera kubuka pintu kamar dan langsung merebahkan diriku di atas kasur.  Melelahkan, namun kotak berbentuk trapesium khas packaging Digital Still Camera dari Sony mampu mengembalikan semua energiku.  dengan lincah tanganku membuka dus tersebut dan langsung memasukkan batere Lithium-Ion NP-BD1 kedalam body Cyber-shot DSC T2 dan langsung menekan tombol power .  logam yang menyelimuti body kamera itu terasa dingin di tanganku, terlihat kokoh dan solid.  setelah melakukan skimming manual book, beberapa aksi jepret pun kulakukan, kebanyakan dengan mode macro, dan Sony Ericsson W950i-ku yang menjadi korban pertama.

Kehebatan asisten baruku ini sangat memuaskan, berikut daftar skill yang doi miliki…

  • 4GB Internal Memory (motret sesuka hati hehehe…)
  • Photo Album & Scrapbook
  • Smile Shutter (ngejepret pas objek lagi senyum :) )
  • Face Detection Technology (ngedeteksi dan fokus pada wajah)
  • 8.1 Mega Pixels with Super HAD CCD (bisa dicetak di A3)
  • 2.7″ Touch Screen LCD (atraktif banget…!!)
  • Carl Zeiss® Vario-Tessar Lens with 3x Optical Zoom
  • BIONZ Image Processing Engine
  • Super SteadyShot (cegah blur dari manual shutter)
  • HD Slide Show with Select Music Playback
  • 1 cm Macro Mode (ini fitur yang paling saya suka…)
  • High Definition Output (for still image)
  • MPEG Movie VX Fine 640 x 480, 30fps (bisa sekalian jadi Handy-Cam loh.. kualitas lumayanlah..)
My new assistant

My new assistant

Semoga asisten baruku ini bisa membantu mata saya dalam mendokumentasikan berbagai kejadian di dunia ini, khususnya kampusku tercinta… (halah…) serta menggantikan fungsi cerebrumku yang ga punya ‘Photographic Memory Skill‘ layaknya Megumi dalam komik Q Dan Detektive School … (-_-’
regards..
-fiqhtive_

Permalink Leave a Comment

Gadget of Year

October 31, 2008 at 3:14 am (Branded Technology) (, , )

Trace back to the 1800s.. Gadget punya sejarah yang lumayan panjang kalau ditinjau dari terminologinya…

Pada Oxford English Dictionary, terdapat anecdotal evidence yang menyatakan gadget pertama kali di-invent saat Gaget, Gauthier & Cie membuat miniatur monumen Statue of Liberty (1886) hingga kontradiksi terhadap evidens itu yang menyatakan bahwa gadget berasal dari bahasa perancis gagée sebagai sebutan untuk perangkat kecil atau aksesoris. Di beberapa literatur, gadget juga disinonimkan dengan Gizmo.

Opini saya pribadi, gadget memiliki definisi sebagai suatu perangkat teknologi berukuran kecil, bersifat portabel dan  memiliki fungsi tertentu.  Saat ini, kebanyakan gadget tidak hanya memiliki satu fungsi saja, namun fungsi berbagai perangkat telah terintegrasi dalam satu device. Hal ini dikenal dengan konvergensi teknologi yang kebanyakan menggabungkan fungsi multimedia dan office dalam satu perangkat yang dapat digenggam dan mudah dibawa kemana pun.  Akselerasi pengembangan teknologi melahirkan berbagai manufaktur teknologi yang semakin beragam dan inovatif.  Jika beberapa dekade yang lalu para vendor dan praktisi software berlomba-lomba dalam menciptakan Graphical User Interface yang menarik, maka pasca tahun milenium User Experience menjadi perhatian utama dalam meraih image market.

Demikianlah prolog (yang mungkin bertele-tele dari seorang newbie blogger) mengenai terminologi gadget.  Sekarang, saya hendak meredaksi kembali info mengenai gadget yang paling exist tahun ini, berdasarkan survey majalah gadget terkemuka T3 International.

Kalau saya perhatikan, startegi Apple dalam menurunkan harga iPod touch hingga $229 mampu menjawab tantangan gadget manufaktur vendor lain yang bermain di lini market yang sama.  Langkah tersebut membuat Apple mampu merajai pasar gadget dunia.  tidak tanggung-tanggung, 4 penghargaan produk terbaik berhasil diraih oleh perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak.  Kesuksesan iPod Touch dalam meraih Gadget of the Year semakin meningkatkan prestise dari dari brand Apple sendiri bahkan penggunanya.  Gelar prestisius diperoleh setelah di-compare vote result-nya dengan Laptop Asus Eee Pc, Tomtoms GO 920 car navigation system, Sony HDR-TG3, dan 6 produk lainnya.

Editor T3 Michael Brook mengatakan bahwa terpilihnya Apple sebagai Gadget of The Year karena Apple Touch Screen tersebut berhasil menggabungkan penggunaan tanpa melupakan gaya dari produknya.

“Ipod memang bukan MP3 player yang pertama, tetapi itu tidak masalah, selama itu bagus. Iphone juga bukan smartphone yang pertama, tetapi mereka yang pertama bisa dipakai oleh semua orang,” tukas Michael Brook, seperti yang dilansir Reuters, Jumat (10/10/2008).

Selain Ipod, Apple juga memenangkan kategori lainnya yaitu Best Commuter Gadget (iPhone), Best Music Gadget (iPod Touch 32GB), dan Gadget Candy (MacBook Air).

Majalah T3 sendiri menentukan pemenang berdasarkan suara terbanyak dari pembaca mereka. Dan 54.000 pembaca telah ikut berpartisipasi dalam menentukan 11 kategori yang ada.

Berikut ini adalah hasil lengkapnya :

1. Gadget of the year: Apple iPod Touch
2. Best music gadget: Apple iPod Touch 32GB
3. Best imaging gadget: Nikon D60
4. Drop dead gorgeous: Audi R8
5. Best new media: BBC iPlayer
6. Gaming gadget: Nintendo’s Wii Fit
7. Toy of the year: Guitar Hero, music video game
8. Commuter gadget: Apple iPhone
9. Gadget Candy: Apple MacBook Air
10. Retailer of the year: Dixons.co.uk
11. Innovation of the year: Sony XEL-1 OLED television
12. Green gadget: Honda Civic Hybrid
13. Hi Def award: Sony PlayStation 3
14. Home gadget: Sky+ HD, digital television
15. Gadget you can’t live without: TomTom GO 930

Daftar ini menunjukkan persaingan yang sangat sengit, saya pribadi termasuk Brand Minded dalam masalah gadget.  Sony telah berhasil membangun citra baik dalam benak saya.  Namun setelah melihat product advertise di situs resmi Apple, membuat saya berpikir untuk memberikan ruang terhadap produk Apple (bahkan sempat terlintas untuk me-resale PSP-ku demi iPod Touch).   Well, sebenarnya menyakitkan juga menjadi seorang Gadget Freak (Apalagi kalu lagi gak ada duit dan masih kuliah… hmmpss, that’s a big trouble…)…

regards

_fiqhtive_

Permalink Leave a Comment

First post…

October 31, 2008 at 1:23 am (General Topics) ()

Bismillah…

Hmmm… mungkin postingan ini cuma sekedar formalitas saja untuk mencoba memulai kegiatan menulis menggunakan media yang menurut saya bakal lebih ramah dibanding media lain seperti kertas.  Walaupun laptop atau desktop juga memiliki peran lumayan signifikan pada penggunaan energi, at least, tidak seburuk dampak dari penggunaan kertas yang bahan utamanya adalah pohon sebagai mengatur kadar oksigen di bumi kita ini.  Lagi pula, para vendor sparepart kompi sudah mulai aware soal impact product mereka terhadap lingkungan.  Contohnya AMD Phenom X4 9350 si quad core yang punya 450 juta transistor dengan TDP yang cukup rendah yaitu 65 W atau vendor intel yang mulai melakukan diversifikasi ke bidang media penyimpanan yang lagi trend saat ini yaitu Solid State Drive (SSD) dengan code name Intel X25-E yang katanya 50 kali lebih cepat dibanding hardisk konvensional dan lebih hemat daya.  Boleh dibilang, Isu pemanfaatan energi yang efisien telah menjadi perhatian penting di era Green Technology saat ini.

Terlepas dari usaha pelestarian lingkungan dengan Blogging atau Green Technology yang lagi di-develop para vendor, blogging bisa menjadi sarana berbagi ilmu dengan orang lain, silaturahmi, hobi bahkan mencari nafkah.  goBlog !! … tagline ini saya kutip dari blog rekan sekelas saya karena idenya sangat menarik dan membuat saya terinspirasi untuk menulis jargon Go blog don’t go blocked….

regards

_fiqhtive_

Permalink Leave a Comment